Digging SHINee

Ini gara-gara (lagi-lagi) kakak saya.

Jadi suatu hari saya ikutan kakak saya ngepoin Weekly Idol-nya SHINee. Selama nonton acara variety itu, saya menemukan ternyata si Key, selain personanya yang upfront sassy komplit dengan resting bitch face, mukanya juga aesthetic banget tipe saya abis.

Tentu sebagai pompuan gersang saya senang dong ada tambahan buat katalog ikemen-with-strong-personality saya. Ya ujung-ujungnya saya berakhir nontonin comebacknya SHINee kemaren. Apes banget saya soalnya taun kemaren mereka comeback dengan tipe genre yang bisa telinga saya terima. Sebagai manusia yang mengaku objektif namun tidak pernah memberikan K-Pop kesempatan, terpaksa saya memberikan SHINee kesempatan dengan mendengarkan diskografi mereka secara utuh. Setelah mendengarkan diskografi mereka, saya malah semakin menjelma menjadi fans beneran. Surem.

Sekilas Perkenalan

tumblr_oez14y2f1l1tnw0p5o1_540

Dari kiri ke kanan: Onew, Taemin, Jonghyun, Minho, dan Key. Untung mereka quintet. Untung lagi karakteristik suaranya relatif mudah dikenali. Saya jadi cepet hapalnya.

Dari mereka berlima saya secara pribadi paling suka warna suaranya Key dan Onew, terutama Key kalo dia nyanyi di natural rangenya dia (yang sayangnya cukup jarang sebab lagu SHINee kebanyakan high-pitched). Mereka berdua ini yang timbrenya paling distinctive among the rest, gampang banget dibedain dan kebetulan distinctive-nya yang selera saya juga. Key lebih ke tipe suara strong dengan tone yang lebih rendah. Onew suaranya empuk-empuk kalem hangat gimana gitu, dan vocal projectionnya no joke abis, mic-nya meski suka yang paling jauh sendiri tapi suaranya tetep aja paling kedengeran di chorus.

Jonghyun, Taemin, dan Minho kalo didenger sekilas warna suaranya masih pada satu rumpun. Minho tone-nya lebih rendah sih dan terkesan lebih ngademin juga di antara mereka bertiga. Sementara Jonghyun ini suaranya selalu saya deskripsikan sebagai “berornamen”. Or polished. Whatever. Tipikal suara vokalis R&B gitu deh. Taemin suaranya semacam mini Jonghyun tapi kadang suka saya salah persepsikan sebagai breathy dan shaky. LOL bentar lagi aku pasti diserang fansnya.

Tapi yang paling penting: Suara mereka berlima kalo harmonisasi adalah alasan saya sudi buang-buang waktu dengerin diskografi mereka.

Jadi berikut adalah best pick saya, dibagi berdasarkan kategori yang saya bikin-bikin sendiri. Standarnya: minim rap lines yang annoying, repeat one-able, dan tentu saja harus sempat meninggalkan kesan mendalam. Fokus saya lebih ke lagunya sendiri omong-omong. Dan saya benar-benar berusaha lho untuk membuat list ini seringkas mungkin dengan mereferensi sesedikit lagu/video. Tapi kadang saya suka khilaf tidak bisa menahan diri. Mohon maaf ok.

Singles

Atau lagu-lagu yang kebagian dibikin MV. Terus terang, kalo ditunjukkin SHINee dari single mereka doang, saya ngga bakalan terlalu ngikutin kayak sekarang. Abisnya dari 16 single, cuma 5 yang saya suka.

  • 1 of 1 (2016)

AKA lagu yang membuat saya memperhatikan SHINee dengan serius. Kalau mereka nggak comeback dengan konsep retro 90-an ini, saya tetap akan buta SHINee selamanya deh. 1 of 1 ini adalah lagu yang sukses menabrak-nabrak skema lagu K-Pop tipikal (penuh dengan instrumentasi elektronik berisik dan rap yang out-of-nowhere.red) yang ada di kepala saya. Mungkin karena konsepnya retro sih ya makanya kedengeran lebih natural di telinga saya. Untuk orang yang ga terlalu suka lagu tipikal K-Pop, 1 of 1 can be a smooth entrance. Saya suka banget drum beat di intro, suka saya nyanyiin kalo tiba-tiba keinget. Dugudung dugudung dugudung dugudung~

  • Married to the Music (2015)

Single lain yang nggak terlalu K-Pop dan malah Michael Jackson-esque. Lama-lama saya mempertanyakan ini lagu K-Pop yang saya suka apakah lagu K-Pop atau cuma lagu pop Barat berbahasa Korea? Hm. Nonetheless, MTTM adalah tipikal lagu yang menangkap perhatian saya dari intronya dan bisa bikin saya langsung mikir, “Okay, I’m saving this one,” tanpa merasa perlu dengerin ampe abis. Bass di awal emang rada bikin inget Another One Bites the Dust, tapi jangan tertipu sebab lagunya sebenernya mah funky abis. Dan kalo dipikir-pikir it’s basically another 1 of 1. Tapi gapapa. Tetep kalau saya lagi shuffle playlist, saya nggak bakal skip. Kapan sih saya ngeskip lagu yang funky-funky gini.

  • View (2015)

Now this is K-Pop done right. Chorusnya adiktif dan gampang sebagaimana standar K-Pop seharusnya, but it still managed to sound minimal dengan lebih ngandelin vokal. Jadinya nggak berasa penuh atau begah-begah banget. Dan yang penting: nggak ada rap lines ngga perlu. View ini beneran lagu merakyat yang kayaknya siapapun yang dengerin bisa nikmatin. Kayaknya sih.

  • Sherlock (2012)

Ini mungkin salah satu lagu SHINee yang saya ga bakal bosen nontonin live stage-nya. Gatau kenapa Sherlock ini koreonya rada-rada enthralling gimana gitu. Kalau dengerin chorusnya trus jadi pengen ikut stomping-stomping sendiri kayaknya normal. Sebenernya Sherlock adalah salah satu lagu langka yang saya tertariknya justru karena koreonya.

Tapi musiknya asik kok. Seriously the beat really makes you want to stomp your feet in rhythm, udah gitu meski cukup banyak detail-detail di awal yang bisa diperhatiin, detailnya ga ngeganggu, narohnya pas. Kayak suara jendela pecah (? I’ll just assume so since the theme is detective) atau yang semacam suara peluit or even that thing yang saya ga tau itu namanya apa tapi sering nongol dan suka dibikin off beat pas verse awal. Bagian favorit saya (baik musik dan koreo) pas yang ada gerakan Key ngibas-ngibas tangan, persis kayak saya kalo keabisan tisu di toliet abis cuci tangan.

  • Love Like Oxygen (2008)

(Bias saya yang rambut pink di video ini #harustau)

(Sengaja embed video live stage karena suara mereka sudah berbeda dibanding dengan versi MV)

Another single with Michael Jackson reference. Yang bikin saya suka SHINee adalah they harmonise well, as demonstrated by this video. Kadang malah too well saya curiga ini mereka lipsync backtrack vocal aja apa gimana. Ini lagunya chill abis, dengan rap yang cukup well-behaved dan nggak annoying. And pay close attention to the “Yeah, yeah” in the background around 0:25. Saya kok demen ya detail-detail kecil kayak gini.

Udah itu aja single mereka yang saya suka. Banyak single ngehits mereka yang saya ga terlalu suka. Replay sebenernya oke, beneran oke sumpah, tapi tipikal lagu gampang yang saya bakalan cepet bosen. Hello juga sama. Ring Ding Dong terlalu overproduced buat saya. Iconic sih emang, tapi ga bakalan bisa saya repeat one. Lucifer… hadeh. Terlalu “dangkal”. Bikin lagu based on one note itu mungkin jenius, tapi… ya gitu… gampang diinget tapi gampang di-skip juga. LOL. Sementara Everybody adalah tipe lagu yang cuma asik kalo sambil ditonton koreonya. Dan yang saya suka dari Tell Me What To Do cuma bagian rap Key doang. Sisanya ya udah.

Slow Jam B-Sides

Alias zona nyamannya SHINee. Serius, SHINee paling nendang tiap nyanyiin lagu slow jams R&B. They’re in their elements the most when they do R&B. Lagu mereka yang paling sering jadi korban repeat one saya juga lagu-lagu slow jam b-sides mereka. Makanya saya suka jengkel tiap single mereka lagi-lagi shouty dance track lagi-lagi shouty dance track. Tsk. Kst.

  • Symptoms

Ini sih. Wah. Ini adalah lagu yang awalnya saya gak notice, tapi setelah didengerin bener-bener saya malah obsesi sendiri. It’s that good, people. Tipikal lagu dengan instrumentasi simpel ga neko-neko kesenangan saya. Dan ini ya, saya masih takjub gimana SM bisa tau buat milih member-member ini buat SHINee. Hoki banget soalnya Minho dengan tone suara baritonnya asli berguna banget buat nyeimbangin dan nopang yang lain. Demen banget saya pas Minho ngebacking Onew pas 0:25, trus yang bareng Key di 1:36. Haduh. Telingaku terberkahi.

AND THAT KEY CHANGE! That luscious key change towards the bridge at 2:32. No one can really ignore that. Beneran saya tewas trus idup lagi tiap denger bagian itu. Saya repeat one Symptoms alasannya cuma buat nungguin key change itu doang, beneran sampe segitunya saking demennya. Klimatiks abis soalnya saya suka.

  • Excuse Me Miss

Nah ini. Favorit saya banget track-track ngebeat minimal dengan hint-hint sensual kayak gini. Track-track kayak gini emang nasib ga bakalan pernah dijadiin single ya ama SHINee, padahal saya sukanya yang beginian. Hadehhh. Dan sampe sekarang saya masih nggak bisa mutusin itu yang backing vokal tiap verse suara backtrack doang atau dinyanyiin beneran. Tapi backtrack pun saya masih ga bisa nentuin suara siapa yang backing siapa. Alasan ultimate saya repeat one Excuse Me Miss adalah, tentu saja, rap-nya Key. Jarang-jarang Key ngerap pake lower register… I live for Key’s lower register, you know. #bliss #shameless

  • Odd Eye

Ini lagu ya… how should I describe it… Unique? Intriguing? Creepy? Bukan tipe lagu yang saya sekali denger trus langsung repeat karena suka, tapi lebih ke tipe yang saya repeat karena seaneh dan perlu penghayatan lebih itu (in a good way). Sebenernya kalo mau jujur pas pertama denger ini saya nggak terlalu antusias ama intro string-nya dan bagian ngomongnya… but then the falsetto howls come. Kalau saya ngerepeat Symptoms buat key changenya, saya ngerepeat Odd Eye buat bagian falsetto howls yang ganti-gantian antara Jonghyun, Taemin, dan Onew, especially bagian Onew yang di akhir, alus banget.

  • Don’t Stop

Saya selalu menganggap ini sekuelnya Odd Eye…cuma karena rap Key ada yang nge-refer ke Odd Eye. Padahal mah enggak kali. But yeay for another sensual and minimal slow jam track! Beneran synth ama beat doang kali ini isinya. Bagian favorit saya, lagi-lagi, rapnya Key. Iya, saya repeat one ini mainly emang demi rapnya Key (lagi). Tapi ini juga termasuk salah satu lagu langka di mana saya suka ama rapnya Minho, yang bagian pas yang nadanya naik dibikin kedengeran kayak suara drum beat.

  • Orgel

Ini juga track minimal yang quirky creepy spooky intriguing haunting. Saya suka banget aspek spookynya. Intronya aja udah spooky. Udah gitu nyanyinya sengaja pada meliuk-liuk gitu dengan chorus “bingeul-bingeul” yang setengah bisik-bisik. Dan yang paling bikin spooky itu pas bagian Onew yang mulai di 1:43. That long note is the divine embodiment of spookiness, really. That naik-turun-naik-satu-semitone long note. It’s because it’s so spooky I put it on repeat.

Ballad

Mungkin ini cuma saya, tapi balladnya SHINee suka hit or miss. Kadang suka ada yang oke, tapi terlalu “ballad” buat saya. Taulah, tipikal OST drama yang suka di-insert pas adegan melankolis. Saya mana pernah repeat one lagu begituan. Trus kadang pas saya udah bisa mengapresiasi, bagian rapnya meluluh-lantakkan impresi saya. 

c2nqpxrukaayg6r

  • Close The Door

Ini favorit saya, lho. String section di awal aja udah menangkap perhatian saya, padahal biasanya saya alergi ama string LOL. Trus pas vokalnya mulai, saya langsung pencet tombol repeat one. Melodinya itu lho, mungkin ini ya yang disebut sebagai ‘healing’ di Korea sana. Saya juga suka banget distribusi line mereka di lagu ini, kayak sahut-sahutan gitu enak banget didenger. Ya lagu lain juga suka gitu sih…tapi kalo buat ballad biasanya kan suka lebih kaku gitu distribusi linenya. Dan yang membuat segalanya lebih oke: rap Minho cukup masuk akal di sini.

  • Don’t Let Me Go

Ini juga. Sebenernya kalo dari segi historis–(((historis)))–ini kayaknya ballad SHINee yang pertama saya denger. Soalnya dulu saya pertama ngikutin pas 1 of 1 keluar dan saya lagi asyik berkelana live stage mereka pas era itu kan, trus ada lagu ini. Ballad ga sih ini? Anggap aja ballad deh… Pacingnya ga terlalu lambat, lebih keburu-buru. Ya cocok sih ama tema lagunya. Saya sempet bilang kan tadi kalau saya suka SHINee karena mereka harmonisasinya oke? Lagu ini salah satu contohnya. Pas bagian chorus hadeh melebur semua suara mereka puji tuhan. Trus meski ada rap, rapnya masuk. Malah highlight lagu ini menurut saya ada di rapnya Key. Kayak nyerocos ga karuan tapi justru itu yang bikin lagunya exciting.

  • Sleepless Night

Piano di intronya berhasil menarik perhatian saya. Ini tipikal lagu ballad dengan iringan mainly piano dan sedikit string section yang rawan jadi lahan vocal showoff. Dan emang ujung-ujungnya jadi lahan vocal showoff, pada belting out notes sana-sini. Bukannya saya komplain sih. Especially when the rap part is actually soothing.

LOL udah itu aja. Ada satu lagi sih yang almost make the cut: Wish Upon a Star. Almost.

Live Stage

Nah, bagian ini meliputi live stage SHINee yang lagunya ga eligible buat saya masukin ke kategori di atas tapi saya tetep pengen semua orang mempertimbangkan buat dengerin. Yeah… that’s basically the reason this category exist…

  • Like A Fire (SWC 3 in Seoul)

Iconic live stage sih ini. Kalo baru tau SHINee harus cepet-cepet dikasih liat live stage ini, kayak saya kemaren. Man, this live stage. It’s so ridiculous in many ways. Bahkan pas saya pertama liat saya pijit-pijit pelipis sendiri ini saya lagi nonton konser grup K-Pop apa variety show. Maksud saya, turun tangga yang ada di panggung dengan menggelinding itu buat apa sih… Tapi jangan terkecoh, saksikan saja bagaimana those silly acts ascends to amazing ad-libs at the end. Tungguin aja. Seriously, those adlibs at the end was so unexpected siapapun yang nonton ini biasanya bakal punya reaksi yang kurang lebih serupa: menganga.

  • Woof Woof

Ini saya suka banget!!! Beneran deh, pas pertama kali liat performance ini saya langsung kayak “oH MYY WAIT WHAT SONG IS THIS IN WHAT ALBUM HOW DID I MISS THIS” gitu. Kayak lagu musikal, with a hint of jazz here and there, makanya asik. Kalo Morning Musume punya Mr. Moonlight ~Ai no Big Band~, SHINee punya Woof Woof. Gak sama-sama amat emang, sayanya aja yang suka nyama-nyamain, soalnya nuance dan aftertaste-nya mirip buat saya. Ngedengerin keduanya bikin saya membatin, “I love this song it’s so fun I love they’re doing this song.”

Saya Pengen Masukin Lagu Ini Tapi Bingung Namain Kategorinya Apa

  • Alive

Hehehehehe.

Ini bukan tipe lagu saya biasanya as it drips with hip hop feels, tapi saya suka beatnya. It sounds heavy and awesome but also proper at the same time, nggak terlalu banyak embellishment. Part favorit saya di lagu ini justru di bagian rapnya. I think most people would agree that the rap part is the highlight of this song. Key and Minho did so well in this song, it’s one of their finest (rap) works. So fine that even I, as someone who doesn’t really fancy rap, love it.

Japanese Release

Ada perbedaan mencolok dari diskografi Korea dan Jepangnya SHINee. Yang Jepang biasanya lebih mild, lebih “ramah” di telinga saya. Ya disesuaikan dengan pasar masing-masing sih emang. Pas awal-awal SHINee rilis di Jepang emang cuma remake single-single produksi Korea doang, tapi makin ke sini mereka bikin promosi terpisah sendiri, which is nice. Kan nggak seru kalo rilisan Jepang cuma lagu produksi Korea tapi ditranslate aja liriknya. Karakteristik J-Pop!SHINee lainnya: 1) lagunya juga biasanya lebih lincah, dan 2) lebih minim rap annoying HEHEHEHE. Ya seenggaknya sejauh yang saya dengar.

Lebih susah milih-milih best pick dari diskografi Jepang mereka buat saya. Sampe sekarang saya masih lebih sering dengerin rilisan Korea aja soalnya. Jadi pasti ada hidden gems yang belum terdeteksi LOL. Ga adil emang. Bodo amat.

  • Moon River Waltz

Ini salah satu hidden gem yang saya temukan dari nonton semacam video kompilasi singkat. Jadi cuma denger sepotong line Key di awal aja. Trus saya kaget sendiri, ini lagu mana??? Kok saya ga pernah denger? Perasaan semua album Jepang udah discreening???  Baru deh abis saya dengerin bener-bener. Emang dengerin diskografi suatu artis nggak bisa back to back ya… Pasti bakal banyak yang ke-skip karena udah begah dan capek sendiri.

Anyhows, ini ballad yang cukup underrated kayaknya, nggak banyak yang ngocehin. Padahal saya suka, lho. Lambat dan relaxing. Trus semuanya nyanyi di sini, jadi ngga ada rap ^^ #antiraprapclub. Poin penting lainnya: Key’s low notes on the first verse.

  • Good Good Feeling

Ini nih lagu J-Pop. Asli ini lagu J-Pop yang membumi abis. Saya bisa tau soalnya saya cukup mengamati J-Pop (Syadzwina mulai terdengar sok). Good Good Feeling adalah lagu upbeat yang bisa bikin pendengarnya merasa happy dengan cukup sekali denger chorusnya aja. Lirik di awal sebenernya bikin saya ngakak, naonlah “moshi-moshi boku desu I want to call”. Tipikal nonsensical J-Pop lyrics amat. Tapi gapapa, dimaafkan. Chorusnya asik dan cocok didengerin pas commuting. Good good feeling, kanateru feeling~

Lagu alternatif dengan nuance serupa: Sing Your Song

  • 1000nen, Zutto Soba ni Ite blabla

Ini lagu yang saya harus bertahan bersabar dalam melewati intronya yang sangat uninspiring. Cliche at its best, geuleuh sendiri jadinya. Kalau saya gak mengingatkan diri sendiri, saya udah pasti bakal refleks mencet tombol skip. Tapi saya rela berkorban demi dengerin chorusnya yang inspiring, those high notes are just delicious. Terutama pas bagian Onew. Duh ya, di antara SHINee, saya paling suka nada tingginya Onew, warna suaranya ngasih nuance yang beda trus alus banget gitu.

  • Sweet Surprise

Ini adalah salah satu lagu yang karakter suara SHINee-nya cukup menguar-nguar di saya. Ga paham juga saya dapet kesan begini dari mana, secara saya kan baru ngikutan sebulan-dua bulan ke belakang. Almost nothing going on in this song, I have to admit. Nggak terlalu ada bagian yang bikin “wah” banget, it’s that kind of safe track. Tapi saya justru suka LOL. Adem sih. Adem banget.

  • Your Number

Sebenernya kalo mau mancing saya dengerin lagu tertentu mah gampang. Kasih aja intro isinya brass, pasti saya dengerin ampe abis LOL. Kayak Your Number ini. Sekilas emang kedengeran kayak lagu yang bakal bikin cepet bosen sih. Dan emang bikin cepet bosen =)) Udah gitu, meski saya sampe detik ini saya ga terlalu ngerti liriknya secara keseluruhan, intuisi saya bilang kalo lagu ini liriknya cringy abis, sebuah dugaan yang diperkokoh oleh ad-lib Onew di akhir lagu (hint: DAMN CRINGY). Then why the hell do I include this song, then? Dunno. No idea. I just kinda like it.

Honorable Mentions: Perfect 10

Perfect 10 ini lagunya aneh. Saya nggak bisa konek pas dengerin awalnya, beneran berasa detached banget. Dan ini cuma saya aja apa lirik lagu Jepangnya SHINee kenapa gini-gini amat sih bikin geuleuhnya? Kalo di Good Good Feeling dibuka ama “moshi-moshi”, Perfect 10 dibuka ama “hajimemashite”. Hadehhhhh tepok jidat. Baru pas masuk chorusnya langsung berasa ‘Klik!’. Bagian “mitsuketa”-nya itu loh. Mecha memorable. Kalau ga ada si “mitsuketa” ini, udah saya masukin keranjang “Skip” kali lagu ini.

And that’s about it. Sebenernya saya merasa perlu milih lebih banyak buat Japanese release mereka, namun saya harus menahan diri. Jadi ya gapapalah. Toh lagu Jepang mereka biasanya suka mirip-mirip warnanya (…)

Pro-tip: Kalau ada yang mau menggali SHINee juga, meski saya ragu ada orang yang se-kurang-kerjaan itu, dengarkanlah berurutan mulai dari album pertama ampe terakhir, trus abis itu balik dengerin album pertama sekali lagi. Saya baru bisa ngapresiasi pas digituin.

Advertisements

Near Light

(Obsesi baru saya)

Terpujilah 8tracks atas segala ketidaktertebakannya, saya jadi, lebih dari sekali, secara kebetulan berkesempatan menemukan permata-permata bernada indah macam Near Light ini. Luar biasa. Betapa melodi dari surga. Atau neraka, sama aja.

Indah banget ya dewa… Saya harus berterima kasih sama tangan-tangan crafty orang-orang 8tracks dan wawasan luas mereka soal track-track surgawi. Near Light ini semacam track yang kalau pertama didengerin langsung bikin fokus gitu, catchy in its own ways. Trus apalagi kalau dengerinnya sambil merem (saya lebih suka dengerin musik sambil merem ketimbang sambil liatin video, lebih fokus dan lebih resonan (?) aja gitu. This is the ultimate reason why I rarely ever watch MV; let alone the chance of me liking a song just because of the MV), ugh tahu-tahu di penghujung lagu mata ini sudah berkaca-kaca di balik pelupuknya dan dada terasa disayat-sayat entah bagaimana.