Studi Kasus: Secret

Beberapa minggu belakangan ini saya punya mainan baru, Secret, anonymous secret sharing gitulah. Awalnya saya udah lumayan sering orang liat pake app ini, tapi yang bikin saya mendadak rela nginstall adalah pas kepo Secret di hape kakak saya. Padahal tadinya kan saya ogah nginstall karena tahu app begituan pasti bakalan terlalu dipenuhi orang-orang yang berkubang menggelora dalam kegalauan mereka, orang-orang sok bijak dengan quotes modal copas 9gag/tumblr/etc., yang mana secara keseluruhan hidup saya terlalu bitter untuk mampu mengakomodasi informasi-informasi insignifikan begitu.

In the end, I gave in.

Di luar dugaan, Secret, dalam caranya sendiri, bisa menjadi hiburan yang cukup, ehm, unik.

Di bawah ini adalah kompilasi berbagai lumpur dan permata yang saya temukan di Secret. Ya, saya terlalu sibuk sampai saya sempat menscreenshot apa saja yang saya temukan menarik di app ini. Diurutkan berdasarkan tanggal screenshot tersebut diambil.

Kasus 1

Contoh paling klasik. Di medsos macam Twitter atau Facebook saja yang notabene nggak seanonim itu orang-orang begini banyak bercuap-cuap, apalagi kalo dikasih fitur anonim murni? Sama sekali bukan masalah. Ini tentu saja sentimen pribadi saya, karena saya tidak bisa menahan diri untuk tidak jengkel jika orang-orang meng-unleash fitur holier-than-thou mereka di muka bumi ini. Setiap baca secret bernada serupa saya langsung mendengus (kalau mood saya sedang baik) atau memaki (kalau mood saya sedang senggol-bacok). Tapi tentu saja, selalu ada secret yang lebih menyentil dari pada ini.

Kasus 2

Dunia gempar.

Kalau secret serupa kasus 1 sudah menyebalkan, yang begini lebih menyebalkan lagi. Tipe-tipe yang bikin saya ingin menyerapah, “Get out of the gene pool!”. Tapi secret begini ada menariknya, biasanya komen-komennya pasti seru. Entah komen-komen yang sama begonya atau komennya memiliki tujuan mulia untuk mencerahkan pengetahuan umat manusia yang tidak ilmiah, itu tergantung sikon. Biasanya juga, kalau OP-nya nggak pinter banget, ya ignoran banget. Kelanjutan dari komen-komen di secret tersebut bisa dilihat di bawah ini.

Bisa dilihat ini OP-nya tipe yang ignorant banget. Oh, dan nggak cuma berhenti sampai di situ.

Meski nggak bisa dipungkiri juga justru dari thread yang awalnya wtf bisa muncul komentar berlian macam komentar pink bird.

Bayangkan berapa banyak orang di luar sana yang sebelas-dua belas sepemikiran dengan si OP, mengira orientasi seksual kayak saklar bisa di-turn off dan di-turn on-kan at will.

Dan menganggap dengan serius bahwa menyertakan cerita Nabi Luth sebagai bukti dapat dikualifikasikan sebagai tindakan logis. Imagine how many people alike roam this earth freely.

Kasus 3

Tapi kadang ada juga beberapa secret kayak gini, Lumayan lucu juga sih.

Kasus 4

Dan yang thought-provoking seperti ini. Komen-komennya merupakan bukti nyata menyedihkan bagaimana masih ada orang-orang yang menganggap enteng perkosaan, cuma sebatas rapistnya ganteng/enggak.

Kasus 5

Dan tentu saja, sampah-sampah macam begini. Seringnya, secret macam begini yang suka bikin saya naik darah secara ga sengaja. Padahal mereka kan nggak salah apa-apa ya, tapi entah gimana saya kesel ajalah gitu. Di saat orang lain gelisah mikirin hal-hal yang yang lebih substansial gitu ya (“Matkul linfak FIB kapan keluarnya di SIAK???!”), ini orang mikirin…yah, enigma perihal ketidaklakuannya sebagai pasangan hidup di mata orang lain meski ia dikarunai rupa yang cukup dapat dicerna mata sebagai muka manusia. Dasar entitas tak berguna, bikin dengki hati saja meski saya juga ga bakal kenal. Berani taruhan yang ngepost beginian anak SMA. Tipikal orang yang kebahagiaannya didefinisikan sebatas kepemilikan pasangan hidup.

Ngeselin kan.

Kasus 6

Ini adalah contoh sampah SMA yang lain.

Jadi ceritanya begini, setelah Secret mengeluarkan updatean terbaru, interfacenya ganti dari yang tadinya berestetika gitu (tiap secret ada backgroundnya, bisa dipilih, dan bentuknya lebih ke quote+picture gitu) jadi ke yang text-based + ada fitur chat. Sejak updatenya ini app jadi ada perubahan besar-besaran di kontennya, jadi super nyantai gitu dan jadi banyak yang post secret isinya cuma age/sex minta chat. Ya itu lain soal.

Anak SMA, sementara itu, jadi heboh mengepost secret yang tidak benar-benar secret, misalnya, namedropping nama seseorang di sekolah dan menjadikan nama tersebut sebagai objek cyberbullying (kali). Kayak si “Arthur” ini. Jadi banyak lah yang ngepost secret-secret yang kalau membaca yang tersirat, saya jadi mendapat ide bahwa Arthur ini adalah orang yang teramat hina dan pantas diolok-olok. Berkembang jadi games nggak penting dengan ngepost secret yang isinya kurang lebih gini: poster di atas/bawah (pick your choice) supirnya/bokapnya/pembantunya/etc. arthur.

Nggak paham di mana lucunya? Saya juga.

Brats.

Tapi nggak cuma sampai situ aja, lebih banyak lagi remaja-remaja SMA latah yang bukannya komen aja gitu di thread secret ybs, malah ngepost secret baru kayak screenshot di atas. “Arthur siapa sih? Apa sih arthur-arthuran? Arthur arthur arthur dsb dsb.”

Yang ngeselin banget, karena Secret punya limit berapa secret yang bisa ditampilin dan masalahnya karena remaja-remaja ini pada latah, dalam 5 menit secret yang lebih menarik dibaca malah pada tenggelem lantaran banyak banget yang teriak-teriak cariin Arthur, nanyain Arthur, dsb.

Dan gak cuma ngolok-ngolok anak orang, anak SMA/SMP di Secret ini juga hobi banget ngepost secret yang isinya ngabsen sekolah (“21 mana suaranyaa” “Ada yang anak blabla?”). Pas saya bilang hobi, maksud saya obsesi.

Kasus 7

Ini bukan post secret, tapi komen di sebuah secret. Bukan main lelahnya saya kalau baca komentar/secret serupa komentar ini. “Iman agnostic/atheis”, bayangkan. Iman. Freaking iman. Iman dari seorang ateis.

Fakta bahwa orang kayak gini ga bakal ada abis-abisnya bikin saya ga semangat idup.

Kasus 8

Hobi orang-orang secret juga adalah (selain saya, tentunya) menanyakan apakah suatu hal salah atau nggak. Kayak mbak-mbak ini, mempertanyakan apakah rasa sayangnya yang persisten terhadap mantannya merupakan suatu kesalahan.

This is why you people are so miserable in love.

(Ngomong kayak yang percintaannya sukses aja)

But seriously, sering banget saya nemuin secret yang isinya kurang lebih kayak gini. Salah gak sih kalo blabla. Salah gak sih kalo blablablabla. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan salah/enggaknya perasaan romantis mereka. Seriously people, how can what you feel romantically toward someone be wrong, it’s your bloody feelings. Itu yang pertama.

Yang kedua, fakta bahwa sebagian orang menganggap relationship sebagai suatu ajang dendam-dendaman bikin saya frustrasi (“salah dia sih ya ninggalin org yg setia sm dia”). Gimana orang-orang macam ini bisa compassionate pada sesama dan berkontribusi pada dunia yang lebih baik kalau buat hubungan dekat malah mainnya dendam-dendaman kalau udah putus??! Just for the sake of making themselves feel better about themselves!

Geli.

Kasus 9

Ini thought-provoking secret yang lain, topiknya soal hukuman mati yang rame dibahas beberapa hari lalu. Membaca secret ini bikin saya cukup syok atas jumlah orang-orang yang mendukung keras hukuman mati. Belum lagi pembenaran yang kayak dipake si blue face, “negara berkembang gakpapalah pake cara yang ekstrim”, bikin sedih. Mau maju kenapa malah ditunda-tunda sih, main bunuh anak orang aja macam abad pertengahan.

Aang bahkan lebih manusiawi dari kalian! He didn’t kill Ozai and took his bending away instead! And he was like, 12 or 13!

Kasus 10

Nah ini, orang-orang dengan kepala menggembung yang berpikir bahwa bahasa Inggris hanya pantas digunakan oleh orang yang bisa menyusun kalimat demi kalimat bahasa Inggris tanpa cela gramatikal atau pengejaan. Saya yang se-grammar nazi-grammar nazinya ga pernah segitunya kalau liat ada orang inggrisnya ngaco. I’ll wholeheartedly correct their mistakes! That’s what grammar nazis do anyway. Running around telling people that their grammar is wrong. Yeah, very noble of us.

Tapi ga pernah saya bilang ke orang mending dia ga usah pake Bahasa Inggris sama sekali. Oh, engga, separah-parahnya paling saya suruh dia ngulang kelas Bahasa Inggris dia pas sekolah. Itu juga hypothetically speaking, karena sejauh ingatan saya bisa digali, kayaknya ga pernah saya ngomong “balik ke SMA gih sana, ngulang kelas Bahasa Inggris” ke orang yang Inggrisnya amburadul.

Makanya saya bawaannya mau marah kalau ngeliat postingan secret macam gini. Bahkan kalau mereka dibilang arogan juga masih terlalu baik. I’d rather live in a place where people speak English, no matter how bad, freely than this kind of people who think English is so divine it can only be used in public by those who already mastered it, and those who haven’t can only use it if and if only they’re in an English class.

It’s a frigging language. A very normal and common one. It’s not your frigging holy book that must be treated specially or what.

The stupidity is astounding.

Kasus 11

And of course, the old debate. Lebih karena anak-anak SMA mulai semakin menjamur di Secret jadinya ya apa boleh buat deh, topiknya kebanyakan topik-topik yang sedang ramai diperbincangkan anak SMA. Misalnya perdebatan panas IPS vs IPA-yang-nyebrang-ke-IPS-buat-jurusan-kuliah karena sekarang sudah mendekati bulan-bulan ujian kan.

Pas saya kelas 12 bahkan sampe ada yang dibully gara-gara debat ini. Awalnya hanya bermula dari anak IPS yang (seperti anak IPS pada umumnya) manja-manja, rewel soal anak IPA harusnya konsisten dong blabla dan semacamnya, terus kemudian ada anak IPA yang membuat pembelaan. Kemudian dia dibully. Semua ini terjadi mulanya di social media, namely Twitter, tapi tentu saja berlanjut di kehidupan nyata.

Kasian ya. Untung saya, meski ga pernah absen nyinyir dalam hati soal anak IPS yang merengek-rengek soal jatah kayak anak kecil, lebih memilih diam. Saved me from the potential terrible bullying. But really, just look at that secret. Manja. *eternal disgust*

Kasus 12

Now this one is rare gem!  If every secret posted in Secret is this witty, I’d had good time. If and if only.

Kasus 13

Contoh lain bagaimana orang-orang menganggap relationship sebagai ajang dendam-dendaman. Saya suka marah sendiri tiap baca secret begini, orang-orang ini self-centerednya minta di-bloodbend. Udah mah self-centered, dendaman, pacaran pula! Mengerikan. Ada apa sih dengan orang-orang yang menganggap dirinya begitu spesial dan perasaannya harus diwujudkan dalam suatu kepemilikan (baca: status)? Gemes saya.

“Gue tkt dia sama cwe lain dan lupain gue”: Gee. You people need to learn a bit of probably pessimism and probably a bit of philosophy. Yang saya banggakan dari diri saya adalah, kepesimisan saya dalam hidup memudahkan saya menerima hal-hal yang sulit diterima orang lain. Misal: “Apalah aku ini hanya butiran debu.” Lha memang! Saya insignifikan di dunia ini, satu-satunya hal yang membuat saya merasa signifikan adalah karena saya merasakan sendiri hidup itu bagaimana. Because I see things, hear things, do things, itu yang bikin saya merasa penting. Padahal mah enggak. Saya masih insignifikan, apalagi di mata semesta. Aku mati pun bumi bakal masih berotasi 😦

Kedengarannya depresif ya. Tapi menurut saya sih enggak, malah liberating gitu. Kecemasan bahwa orang yang saya sayang bakal melupakan saya jadi irelevan buat saya. How so? Because I’m so insignificant so of course they’ll forget about me eventually, duh. It then becomes irrelevant, because I already embraced the fact. Other people, I find, tend to cling desperately to their desire of not wanting to be forgotten, their desire to be immortal in someone else’s mind, which I suppose defies the nature. Selfish abis kan jadinya kayak mbak ini. Ngotot banget ga mau dilupain. Terus jadinya pamrih pula, cuma karena dia masih sayang terus merasa berhak buat balikan. Dendaman pula, ngarepin si mantan nyesel dan turut merasakan kehilangan yang dia rasakan. Kurang egois apa???!

Kasus 14

Kalau ini, contoh lain secret yang bikin panas. Selain karena kontennya yang menyentil dalam artian tidak menyenangkan, OP-nya pun tidak dapat berargumen dengan baik. Ditentang, eh, reaksinya…

Yah, begitulah. Lelah ya. Tapi gapapalah, biar ramai aja gitu tumblr saya ada idiocy showcase nya gitu.

Nah, kira-kira begitu deh isi Secret sekarang; kadang permata, lebih sering lagi banyak lumpurnya. Terus karena saya sudah semakin bosan dengan sampah yang terus-terusan dipost anak SMA di app ini, barusan saya uninstall. Semoga saya tidak tergoda untuk menginstall ulang lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s